PWI Pamekasan Ajak Mahasiswa Perangi Kabar Hoax

Diklat Jurnalistik LPM Aktivita STAIN Pamekasan
PWINews - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan terus mengajak kalangan mahasiswa untuk memerangi kabar bohong (hoax) yang kini banyak beredar di jejaring sosial facebook dan meresahkan masyarakat.

Ajakan itu disampaikan PWI dalam berbagai kesempatan saat menjadi narasumber dalam acara diklat jurnalistik. Salah satunya seperti dalam pelaksanaan diklat yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Aktivita Sekolah Tinggi Agama Islam Nageri (STAIN) Pamekasan di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru 24 Maret 2017.

Menurut Wakil Ketua Bidang Kesra PWI Pamekasan Ahmad Soleh, kabar bohong harus dilawan, karena selain merugikan masyarakat, juga tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik.

"Pemuda terdidik seperti adik-adik inilah yang harus menjadi pelopor dan bisa menyaring informasi mana yang layak konsumsi atau tidak," katanya.

Di era globalisasi seperti ini, sambung dia, bukan hanya wartawan yang bisa menjadi produsen berita, akan tetapi juga masyarakat umum. Sebab media untuk bersosialisasi dengan masyarakat sudah tersediri, seiring dengan adanya media sosial, seperti facebook dan twitter, serta berbagai jenis jejaring sosial lainnya.

Ahmad Soleh merupakan satu dari pemateri yang diundang LPM Aktivita STAIN Pamekasan. Pemateri lainnya ialah Ketua PWI Abd Aziz.

Soleh menyajikan materi tentang teknik investigasi dan pola berita majalah, sedangkan Abd Aziz tentang berita features atau karangan khas.

Aziz dalam kesempatan itu menjelaskan secara detail tentang berita dalam bentuk tulisan kreatif dengan berita lempang atau hard news. "Semua wartawan pasti bisa membuat berita, tapi tidak semua wartawan bisa menulis berita kreatif atau dalam bentuk features ini," katanya, kala itu.

Kemampuan menulis berita dalam bentuk tulisan kreatif, menurut dia, merupakan kemampuan tersendiri dan ini bisa dilakukan apabila yang bersangkutan giat berusaha, kuat dalam bacaan dan selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam dunia jurnalistik.

Aziz dalam kesempatan itu juga menjelaskan, wartawan yang tergabung dalam sebuah organisasi profesi adalah wartawan yang memiliki keinginan untuk terus belajar, dan oleh karenanya, kegiatan PWI selalu ditekankan pada kegiatan ilmiah, seperti diskusi dan berbagai jenis pelatihan.

"Berbagai pengalaman seperti menjadi narasumber seperti ini juga bagian dari pembalajaran bagi kami, sebab kami juga harus belajar bagaimana menyampaikan materi agar bisa dipahami, disamping harus banyak membaca untuk pengayaan materi yang akan disampaikan," katanya.

Diklat yang digelar oleh LPM Activita STAIN Pamekasan ini merupakan serangkaian diklat yang melibatkan PWI Pamekasan. Sebelumnya kelompok mahasiswa Kadur Pamekasan juga melakukan kegiatan serupa dengan bekerja sama dengan PWI Pamekasan, dan demikian juga dengan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Usuludin (SITU) Al-Mujtamak, Plakpak, Pegentanan, Pamekasan.

Sejumlah anggota PWI sebelumnya juga menjadi pemateri dalam diklat jurnalistik dasar yang digelar Pondok Pesantren Bata-bata, Pamekasan. (PWI-12)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »