Pamur, Pencak Silat Khas Madura

PWI Pamekasan 7.10.16
Oleh: O,ong Maryono
PAMUR berdiri dilatar belakangi oleh berbagai faktor yang berkembang di masyarakat Madura pada tahun 1950.

Salah satu faktor mendasar mendorong berdirinya PAMUR banyaknya aliran pencak silat yang berkembang di masyarakat. Antara lain Bawean, Melayu, Minangkabau, Cimande dan lain-lain. 

Beraneka ragamnya aliran ini disebabkan karena pada umumnya masyarakat Madura memiliki kegemaran bertualang keluar daerah dan selalu mempelajari aliran pencak silat daerah dimana mereka merantau.

Sekembalinya dari perantauan di daerah masing-masing mereka membuka pelatihan. Mempertahankan diri adalah bagian dari budaya untuk mengantisipasi tradisi "carok" oleh karena itu pencak silat tumbuh subur dan berkembang, mengakibatkan terjadinya persaingan kurang sehat antarperguruan. 

Perselihan dengan adu kekuatan menjadi warna warni perkembangan pencak silat di Pulau Garam ini.

Faktor lain yang ikut berpengaruh terhadap berdirinya PAMUR adalah adanya keinginan dari para tokoh dan pendekar pencak silat agar Madura mempunyai satu bentuk permainan yang berciri khas Madura dan memiliki teknik beladiri yang 'sophisticated' dari pada aliran pencak silat yang ada di Madura. 

Harapan dengan bentuk garapan baru dapat menandingi dan mengalahkan permainan pencak silat yang ada yang sekaligus dapat mengatasi pula berbagai perselisihan di antara perguruan pencak silat yang mempunyai aliran beraneka ragam.

Berlandaskan cita-cita tersebut diatas maka pada tanggal 31 Desember 1951 didirikanlah perguruan pencak silat yang diberinamakan "Angkatan Muda Rasio oleh R HASAN HABUDIN di Pamekasan Madura. 

Pendiri PAMUR ini adalah pendekar besar dan berbakat, sejak usia muda 7 tahun menekuni pelajaran pencak silat dari berbagai macam permaian. 

Pada tahun 1941 sampai dengan 1951 mencoba memadukan dan menciptakan jurus. Semenjak itu upaya menginfetarisasi dan pembakukan dilakukan, yang kini menjadi materi baku jurus pencak silat PAMUR. 

Ciri-ciri permaian PAMUR ini meliputi, gerakan perminan berada dalam posisi menengah, banyak meperkuat kuda-kuda, terutama kuda-kuda pasif, mengurangi gerakan khayal, dan mementingkan rasio atau akal pikiran, serta progresif.

Sejak berdirinya PAMUR membentuk organisasi yang pertama di ketuai oleh R. Mahmud Sosro Adipoetro mantan Pembantu Gubernur Madura. Dikarenakan kesibukannya, maka fungsi ketua vacum dan dirangkap oleh R. Hasan Habudin selaku guru besar.

Semenjak 17 Nopember 1992 jabatan Ketua Dewan Pengurus Pusat dipimpin oleh Drs H Sjafiudin.

Sejak berdirinya hingga kini PAMUR yang identik dengan pencak silatnya suku Madura, berhasil membuat kurikulum teknik yang sudah diajarkan di AKABRI Magelang, SMA Nusantara Magelang, dll. 

Kini PAMUR telah tersebar keseluruh penjuru tanah air, di mancanegara berkembang pesat di Belanda dan Belgia. 

Kandungan Aspek Perguruan
Memberikan pelajaran pencak silat secara utuh berawal pada tingkat pencak silat seni, beladiri, olahraga dan mental spirituil. 

Metode pelatihan Pamur meliputi, huruf, isi dan pelengkap. Metode huruf terdiri dari; (1), Jurus tangan, tongkat, pedang dan pecut, (2), ales, (3), masukan, (4), harimau.

Metode isi terdiri dari; (1), tangkapan, (2), sambut pukul, (3), timbalan dan (4), pembasmian.

Metode pelengkap terdiri dari; (1), patigaman, (2), bunuh diri, dan (3),coba bunuh.

Jurus-jurus Pencak Silat Pamor ini juga terdiri dari berbagai jenis, yakni meliputi (a). Jenis Jurus, terdiri dari; (1), dua belas jurus tangan, (2), dua belas jurus tongkat, (3), dua belas jurus pedang, dan (4), dua belas jurus pecut.

Sedangkan gerakan dasarnya meliputi, (1), gerak-gerak pendahuluan, (2), macam-macam anfal, (3), gerak masal, dan banyak lagi gerakan dan jurus jurus gerakan yang dapat diubah dan tidak dapat diubah.

Tingkatan Sabuk
Tingkatan sabuk yang disahkan pada tahun 1965 oleh perguruan silat ini meliputi; (a). Dasar /calon anggota, (b), warna putih pemula dengan hak belajar, (c), Warna kuning/taruna I dan II dengan hak peraga, (d), Warna merah /taruna III dengan hak praktik terpimpin, (e), warna hijau /madya dengan hak praktik, (f), warna biru/ dewasa dengan hak mengajar dasar putih, (g), warna hitam putih/wredha I dengan hak mengajar taruna I,II dan III.

Selanjutnya (h), warna hitam-kuning /wredha II dengan hak kontrol, (i), warna hitam-merah/wredha III dengan hak kontrol, (j), warna hitam-hijau /wredha IV dengan hak cipta, (k), warna hitam-biru/pendekar madya dengan hak musyawarah, (l), warna hitam/pendekar dengan hak memutuskan, (m), warna putih kabur/pendekar tunggal.

Kenaikan tingkat dapat dilakukan setiap enam bulan sekali, apabila mampu. 

Lambang Perguruan
Lambang diciptakan oleh pendiri pada tahun 1952 dengan rincian; 1- Bentuk daun dengan rincian; (a). dasar hijau, (b). keris luk lima, (c). sebelah kanan terdapat padi berjumlah 17 butir, (d). sebelah kiri terdapat kapas berjumlah delapan (e). padi dan kapas diikat oleh pita merah.

Pedoman Perguruan
a. Mendidik manusia ber Pancasila sejati
b. Mendidik manusia bersifat kesatria
c. Mendidik manusia patuh pada catur sakti yaitu: Ibu ,Bapak Guru dan Ratu (Pemerintah) 

Buku Yang Sudah Dicetak
a. Sejarah PAMUR
b. Metode mengajar
c. Kurikulum PAMUR
d. Jurus Tangan
e. Jurus Tongkat
f. Ales
g. Masukan
h. Sembah dan hormat PAMUR.

R. HASAN HABUDIN merupakan guru besar Pencak Silat Pamur beralamat di Jalan Sersan Masrul Gang II Nomor 7 Pamekasan.

Sejarah PAMUR ini merupakan Hasil Rapat Kerja PENCAK SILAT PAMUR 1994 di Pamekasan Madura, Jawa Timur. (PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »