13 Wartawan Pamekasan Lulus Uji Kompetensi

[caption id="attachment_337" align="aligncenter" width="640"]Lutfi Kartu Lulus Uji Kompetensi (UKW). Kartu ini ditanda tangani langsung oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan.[/caption]

Pamekasan (PWINews)  - Sebanyak 13 orang wartawan yang bertugas di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur telah lulus uji kompetensi yang digelar oleh Dewan Pers.

Ke-13 orang wartawan itu dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik dan semuanya merupakan wartawan yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan.

"Mereka mengikuti uji kompetensi yang digelar PWI Jatim di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Kamis.

Dari 13 orang wartawan yang mengikuti uji kompetensi itu, satu diantara mengikuti ujian yang digelar oleh panitia penyelenggara Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) di Malang, sedang 12 wartawan lainnya mengikuti ujian yang digelar oleh PWI Jatim.

Ke-13 wartawan itu masing-masing Muchsin wartawan Koran Harian Surya, Ahmad Soleh wartawan JTV (Jawa Pos Group), Rafiqi Tanzil (Radio Karimata FM), Lutfi (Radio Madura FM), Samsul Arifin (BeritaJatim.Com), Esa Arif AS (MediaMadura.Com), Moh Ali Muhsin wartawan Koran Harian Radar Madura (Jawa Pos Group), Dedy Priyanto kontributor RCTI dan Abd Aziz pewarta Perum LKBN Antara.

Empat wartawan lainnya, masing-masing Moh Ridwan Koran Harian Koran Madura, Tabri Koran Harian Kabar Madura, Rifki MediaMadura.Com, dan Wawan Awalludin Husna Koran Harian Kabar Madura.

Ketua PWI Pamekasan menjelaskan, uji kompetensi bagi wartawan merupakan keharusan, sesuai dengan Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan.

Selain itu, uji kompetensi wartawan itu juga dimaksudnya untuk menyaring maraknya wartawan dan media abal-abal.

Dewan Pers pada saatnya nanti akan memberlakukan ketentuan, bahwa nara sumber berhak menolak dikonfirmasi atau diwawancarai wartawan yang tidak bersertifikat kompeten, karena dianggap sebagai wartawan yang tidak kompeten.

"Tapi pemberlakuan ini masih lama. Makanya, mulai saat ini PWI Pamekasan selalu mengirim anggotanya untuk mengikuti uji kompetensi setiap ada ujian yang digelar oleh Dewan Pers," kata Aziz.

Ia menjelaskan, wartawan yang lulus uji kompetensi dan menyandang sebagai wartawan kompeten dari Dewan Pers dibuktikan dengan sertifikan dan kartu lulus uji kompetensi yang ditanda tangani langsung oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan.

Di Pamekasan, katanya, memang baru PWI yang bisa mengirim wartawan yang bertugas di wilayah itu ikut uji kompetensi yang digelar oleh Dewan Pers, karena hanya organisasi itu yang diakui oleh Dewan Pers.

Sebenarnya, kata Pewarta Perum LKBN Antara wilayah Madura ini, ada tiga organisasi yang keberadaannya diakui oleh Dewan Pers dan diangga memenuhi standar organisasi profesi wartawan.

Ketiga organisasi itu, masing-masing Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

"Wartawan yang bisa mengijuti uji kompetensi itu, ya mereka yang bergabung dengan salah satu organisasi resmi ini. Kalau tidak, maka sulit untuk bisa mengikuti UKW," katanya.

Kecuali, sambung dia, mereka hendak mengikuti uji kompetensi yang digelar oleh perguruan tinggi, atau perusahaan media yang memang ditunjuk oleh Dewan Pers bisa menggelar uji kompetensi. (Sumber: Media Madura)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »