PWI Isi Wawasan Jurnalistik MOS Nahdlatun Nasyiin

[caption id="attachment_240" align="aligncenter" width="600"]Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz mengisi materi Wawasan Jurnalistik pada kegiatan Masa Orientasi siswa baru di MA Nahdlatun Nasyiin IV Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (3/8/2015) Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz mengisi materi Wawasan Jurnalistik pada kegiatan Masa Orientasi siswa baru di MA Nahdlatun Nasyiin IV Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (3/8/2015)[/caption]

Pamekasan, 5/8 (PWINews) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan mengisi kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan memberikan wawasan jurnalistik kepada calon siswa baru di Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatun Nasyiin IV Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (3/8/2015).

Materi tentang wawasan jurnalistik pada semua siswa baru di lembaga pendidikan ini, merupakan satu dari materi tambahan pada pelaksanaan MOS yang diharapkan bisa menjadi mutifasi bagi siswa agar lebih giat belajar.

"MOS di lembaga ini memang lebih banyak pada kegiatan akademik, seperti seminar dan bentuk kegiatan yang mendatangkan pemateri dari luar lembaga ini, agar menjadi motifasi bagi siswa untuk lebih maju," kata panitia pelaksana MOS di MA Nahdlatun Nasyiin IV, Mat Puri.

Selain wawasan jurnalistik, kata dia, panitia juga menggelar seminar tentang bahaya narkoba dengan mendatangkan pemateri dari Badan Narkotina Nasional Kabupaten (BNNK) dan petugas dari kepolisian.

Sementara, pada materi wawasan jurnalistik dalam kegiatan MOS di lembaga pendidikan itu, disampaikan langsung oleh Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz.

Aziz memulai materi dengan mengenalkan tentang tentang pers, perusahaan media, serta jurnalis atau wartawan itu sendiri dengan menekankan pada landasan teologis sebagai dasar pijakan atau cara pandang bagi jurnalis dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

Ia terlebih dahulu menjelaskan secara detai tentang perbedaan berita dengan berita hasil karya jurnalistik. Aziz juga menjelaskan, bahwa setiap bisa menjadi penyampai berita, akan tetapi tidak semua berita yang disampaikan masuk dalam kategori hasil karya jurnalistik.

"Sebab, berita karya jurnalistik merupakan hasil olah jurnalis yang didasarkan pada peristiwa, keterangan mengenai sebuah kejadian yang lengkap dan terinci, sejalan dengan karakter dan prinsip-prinsip penulisan berita," katanya menjelaskan.

Perwata LKBN Antara wilayah Madura ini selanjutnya menjelaskan secara detail tentang prinsip-prinsip penulisan berita, dari berbagai jenis media, baik cetak, elekronik (radio dan televisi) serta prinsip penulisan berita online.

Di bagian akhir, Abd Aziz juga menjelaskan, tentang organisasi profesi wartawan yang ada di Indonesia dan diakui oleh Dewan Pers, serta komitmen organisasi yang dipimpinnya, yakni PWI Pamekasan pada program pendidikan melek media.

Pria yang pernah bergabung dengan Radio Karimata FM dan Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta ini menjelaskan, sejak PWI Pamekasan terbentuk, orientasi kegiatan yang digelar organisasi yang dipimpinnya memang lebih fokus pada kegiatan pemberdayaan dan bernuansa akademik. Seperti diskusi, sosialisasi tentang ketentuan jurnalistik, serta upaya dalam menyajikan informasi yang mendidik, mencerdaskan masyarakat. (*)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »