PWI Pamekasan Santuni Yatim Jurnalis

[caption id="attachment_202" align="aligncenter" width="600"]Ketua PWI Pamekasan menyerahkan santunan kepada yatim jurnalis Koran Harian Bangsa  almarhum Zahri Rahmad (Fatimatus Zahra dan Zahwatul Ainiyah) di rumahnya di Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (9/7/2015) malam. Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyerahkan santunan kepada yatim jurnalis Koran Harian Bangsa almarhum Zahri Rahmad (Fatimatus Zahra dan Zahwatul Ainiyah) di rumahnya di Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (9/7/2015) malam.[/caption]

Pamekasan, 9/7 (PWINews) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, kembali menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kali ini yang mendapatkan satunan adalah yatim almarhum Zahri Rahmad, jurnalis Koran Harian Bhangsa.

Penyerahan santunan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz di rumah keluarga almarhum di Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis petang.

Ikut mendampingi dalam acara penyerahan santunan yang digelar seusai buka puasa bersama dengan jajaran pengurus dan anggota PWI Pamekasan itu, Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS (mediamadura.com), Wakil Ketua Bidang Organisasi Syamsuddin (Koran Harian Bhirawa), serta dua anggota PWI lainnya, masing-masing Suhil Qodri (Radio Karimata FM) dan Dedy Priyanto (RCTI/MNC Group).

"Kami ini hanya membantu menyalurkan saja, karena paket ini juga kami kumpulkan dari masyarakat dan institusi amil zakat yang ada di Pamekasan," kata pewarta LKBN Antara ini menjelaskan.

Santunan berupa beras dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pamekasan, serta sejumlah uang yang dikumpulkan pengurus PWI dari sumbangan para dermawan.

Zahri Rahmad merupakan jurnalis yang dikenal low profil, akrab bergaul dengan semua orang, ulet dan dikenal sabar. Ia meninggal dunia pada usia 31 tahun.

Zahri Rahmad meninggal di rumah asalnya di Desa Pekandangan, Sumenep, pada Selasa dini sekitar pukul 02.00 WIB tanggal 4 Desember 2012 akibat penyakit jantung yang dideritanya di usia 31 tahun. Perwakilan wartawan Pamekasan melayat kerumah duka, termasuk Wakil Bupati Pamekasan kala itu, Drs Kadarisman Sastrodiwiryo.

Almarhum mengawali karirnya sebagai jurnalis di Koran Harian Bhangsa, dan setelah itu ia pindah ke televisi lokal di Pulau Madura yang berkantor di Sumenep, yakni Madura Channel.

Almarhum juga sempat menjadi penyiar di salah satu radio swasta di Pamekasan, yakni Suara Pamekasan (SPFM), sebelum bergabung menjadi reporter televisi Madura Channel.

Ia meninggalkan 1 orang istri Susilowati dan dua orang anak bernama Fatimatus Zahra, saat itu masih berusia 6 tahun, serta seorang anak yang masih balita bernama Zahwatul Ainiyah yang saat almarhum meninggal masih berusia 7 bulan.

"Si Zahwa ini yang tidak tahu sama sekali kepada ayahnya, karena saat almarhum tutup usia, ia masih balita," kata istri almarhum, Susilowati saat berbincang dengan pengurus PWI di rumahnya di Kelurahan Lawangan Daja, Pamekasan.

Ibu dua orang anak yang pernah belajar di pondok pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep ini juga mengaku haru, karena teman-teman seprofesi almarhum masih tetap kompak dan ingat pada almarhum, kendatipun ia telah berpulang ke haribaan Sang Ilahi.

Santunan kepada anak yatim yang digelar oleh PWI Pamekasan kali ini merupakan kali pertama, sejak organisasi profesi wartawan yang keberadaannya diakui oleh Dewan Pers itu terbentuk kembali di Pamekasan, setelah sempat fakum, karena anggotanya banyak pindah di daerah lain.

Paket bantuan yang diserahkan PWI kepada anak yatim atas kerja sama dengan BAZNAS Pamekasan ini sebanyak 50 paket, serta sejumlah uang dengan sistem pembagian diantarkan secara langsung kepada penerima.

"Tujuan kami agar bisa kenal secara langsung, dan ini juga diniatkan untuk silaturrahmi. Kegiatan sosial seperti ini selanjutkan akan menjadi agenda rutin tahunan," terang Aziz.

Sebelumnya kegiatan penyerahan bantuan kepada yatim jurnalis Zahri Rahmad ini, pengurus PWI Pamekasan juga menyerahkan santunan pada anak-anak yatim di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, lalu di Desa Sopaah dan Buddih, Kecamatan Pademawu, serta anak yatim penderita gizi buruk di Kelurahan Kanginan, Pamekasan.

Penyerahan santunan berikutnya di Yayasan An-Nur, di Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan. "Jadi penyerahan santunan pada yatim jurnalis Zahri saat ini yang terakhir," pungkasnya. (PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Zand SB
10 Juli 2015 03.28 delete

Sukses buat PWI PAMEKASAN

Reply
avatar