PWI Pamekasan Beri Pelatihan Jurnalistik Radio

[caption id="attachment_212" align="aligncenter" width="600"]Ketua PWI Pamekasan 2015-2018 Abd Aziz memberikan pelatihan dasar-dasar jurnalistik radio di Radio Ada FM Pamekasan, Jumat (24/7/2015) Ketua PWI Pamekasan 2015-2018 Abd Aziz memberikan pelatihan dasar-dasar jurnalistik radio di Radio Ada FM Pamekasan, Jumat (24/7/2015)[/caption]

Pamekasan (PWINews) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan memberikan pelatihan jurnalistik di Radio Ada FM kepada para jurnalis muda dan calon jurnalis di radio itu.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyampaikan langsung materi pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik dan jurnalistik radio di aula ruang rapat Radio Ada FM, Jumat (24/7/2015).

Materi yang disampaikan dalam pelatihan itu, antara lain meliputi, dasar-dasar jurnalistik, landasan hukum pers, standar perusahaan media, kompetensi wartawan, karakter jurnalistik radio, dan prinsip-prinsi penulisan berita radio.

"Konsep dasarnya semua berita sama, yakni memperhatikan 5W dan 1H, tapi karakternya berbeda, karena radio untuk pendengar," katanya dalam kesempatan itu.

Selanjutnya pewarta Perum LKBN Antara di wilayah Madura itu menjelaskan pola penyajian berita radio secara detail, seperti jumlah maksimal durasi dalam satu berita, sisipan (insert), serta unsur kekinian dalam berita radio.

Abd Aziz dipercaya menjadi pemateri dalam diklat internal (In House Training) di radio Ada FM Pamekasan itu, berdasar pengalamanya sebelum bergabung dengan Kantor Berita Indonesia (LKBN Antara) itu.

Ketua PWI Pamekasan dua periode ini sebelumnya juga pernah menjadi reporter di Radio Karimata FM Pamekasan dan kontributor Kantor Berita Radio (KBR) 68 H Jakarta ini, dan pernah menggarap features radio kerja sama antara Radio Karimata FM dengan Internews, yakni LSM internasional yang bergerak dalam upaya pemberdayaan media radio.

Dalam pelatihan itu, Abd Aziz juga memperkenalkan organisasi profesi wartawan yang diakui oleh pemerintah melalui institusi resmi yang ditunjuk, yakni Desa Pers, bahwa di Indonesia ada organisasi. Masing-masing Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Awalnya, jumlah organisasi wartawan yang terdata di Dewan Pers sebagaimana dilansir situs institusi itu sebanyak 27 organisasi, akan tetapi, setelah dilakukan verifikasi, maka hanya ada tiga organisasi wartawan yang dinyatakan memenuhi standar kelayakan, karena memiliki visi, misi dan program yang jelas, serta jumlah anggota tersebar.

Selain diakui oleh Dewan Pers, ketiga organisasi profesi wartawan ini juga dipercaya oleh Dewan Pers untuk menggelar uji kompetensi wartawan, beserta 3 lembaga, 16 perusahaan media, 1 Depertemen dan 2 Perguruan Tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara uji kompetasi wartawan.

Adapun perusahaan media yang dipercaya bisa menggelar uji kompetensi sendiri meliputi, Harian The Jakarta Post (PT Bina Media Tenggara), Harian Kompas (PT. Kompas Media Nusantara), Harian Rakyat Merdeka (PT. Wahana Ekonomi Semesta), Tempo (PT Tempo Inti Media), Harian Media Indonesia (PT. Citra Media Nusa Purnama), Harian Kedaulatan Rakyat (PT. Badan Penerbit Kedaulatan Rakyat), Harian Solo Pos (PT. Aksara Solopos), Harian Lombok Post (PT. Suara Nusa Media Pratama), Harian Waspada (PT. Penerbitan Harian Waspada), Harian Fajar (PT. Media Fajar), Harian Bali Post (PT. Bali Post), Harian Singgalang (PT. Genta Singgalang Press), Harian Pikiran Rakyat (PT. Pikiran Rakyat Bandung), Harian Bisnis Indonesia (PT Jurnalindo Aksara Grafika), ANTV (PT. Cakrawala Andalas Televisi), dan MNC (PT. Media Nusantara Citra).

Sedangkan dua perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara, masing-masing Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, UPN (Veteran) Yogyakarta, serta satu departemen, yakni Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. (Rilis PWI Pamekasan)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »