PWI-Kedai Baca Bahas Ekonomi Mikro Pamekasan

DIALOG-PWI-1Pamekasan, 7/8 (Media Madura) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama komunitas Kedai Kopi dan Baca Sebelas 12 Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membahas tentang persoalan ekonomi mikro di Pamekasan dengan menggelar dialog ekonomi.

Dialog ekonomi yang digelar di Kedai Kopi dan Baca Sebelas 12, Rabu (6/7/2014) itu, menghadirkan tiga nara sumbar, yakni Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pamekasan Suhartono, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris dan perwakilan tokoh muda Pamekasan Agus Sujarwadi.

Dalam dialog yang berlangsung selama dua jam dan dipandu oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif itu, ketiga pembicara itu menyampaikan pokok-pokok pikiran dari sudut pandang berbeda.

Ketua Kadin Suhartono memeparkan tentang “Kondisi Ekonomi Mikro Pamekasan Saat Ini”, Suli Faris tentang “Regulasi Investasi dan Usaha Mikro”, sedangkan Agus Sujarwadi selaku perwakilan tokoh muda Pamekasan membahas tentang “Kebijakan Politik Lokal Dalam Berupaya Mewujudkan Iklim Usaha Yang Kompetitif”.

Dialog berlangsung selama dua jam, yakni mulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB dan dipandu langsung oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS.

Menurut Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, dialog ekonomi yang terselenggara berkat kerja sama dengan Komunitas Kedai Kopi dan Baca Sebelas 12 itu, selanjutnya akan menjadi kegiatan rutin.

“Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh. Selain menambah pengayaan wawasan bagi teman-teman wartawan untuk mendapatkan data informasi, karena hasil dialog bisa kita tulis dalam bentuk berita, ini juga sebagai upaya PWI dalam berupaya mentradisikan menyapaikan solusi persoalan dengan cara-cara ilmiah,” katanya.

Dialog yang digelar santai di Kedai Kopi ini juga mendapatkan sambungan positif dari tiga nara sumber yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu. Bahkan Ketua Kadin Pamekasan Suhartono dan perwakilan tokoh muda Pamekasan Agus Sujarwadi menyarankan agar kegiatan itu tidak hanya digelar sekali dalam satu bulan.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini minimal dua kali dalam satu bulan,” usul Agus.

Senada dengan Agus, peserta dialog dari organisasi ektra kampus, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Unira Pamekasan Syaiful juga mengemukakan hal yang sama.

Bahkan ia meminta agar setiap kegiatan dialog pihaknya bisa ikut secara aktif, sehingga mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di Pamekasan.

“Kalau bisa tidak hanya soal ekonomi, akan tetapi juga hal-hal lainnya, seperti politik, sosial, budaya dan keamanan,” usulnya. (EA/MM)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »