Catatan Dialog Menggairahkan Perekonomian Pamekasan

PWI Pamekasan 13.8.14
DIALOG-PWI-1Pamekasan (PWINews) - Pada tanggal 6 Agustus 2014, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar dialog bertema "Menggairah Perekonomian Pamekasan" dengan menghadirkan tiga pembicara.

Dialog ekonomi yang terselenggara atas kerja sama antara PWI Pamekasan dengan komunitas Kafe Cerdas Sebelas 12 itu mengambil tema “Menggairahkan Perekonomian Pamekasan” dengan mengundar tiga nara sumber.

Masing-masing dari unsur legislatif, organisasi dagang, yakni Kamar Dagang dan Industri, serta dari perwakilan tokoh muda Pamekasan.

Kadin Pamekasan akan membahas tentang “Realitas Ekonomi Mikro Pamekasan Saat ini”, Perwakilan DPRD akan membahas tentang “Regulasi Investasi dan Usaha Mikro”, sedangkan perwakilan tokoh muda Pamekasan akan membahas tentang “Kebijakan Politik Lokal Pamekasan Dalam Berupaya Mewujudkan Iklim Usaha Yang Kompetitif”.

Berikut catatan materi dialog yang digelar PWI Pamekasan:

Ketua Kadin Pamekasan Soehartono:

a) - Sampai saat ini data base ekonomi mikro di Pamekasan belum ada, dan selama ini dinas terkait seperti Dinas Koperasi dan UKM masih lebih banyak mengurus koperasi, dan belum memberikan perhatian pada sektor UMKM. Data base sektor ekonomi mikro seharusnya ada, sebagai acuan, sekaligus untuk mengetahui secara ril potensi ekonomi rakyat yang ada di Pamekasan.
b) - Kadin menilai, sebenarnya pemerintah Kabupaten Pamekasan telah memiliki komitmen baik untuk membantu warga dalam mengembangkan ekonomi mikro di Pamekasan ini. Buktinya, pemerintah menggratiskan biaya tanda daftar perusahaan (TDP) bagi warga Pamekasan yang hendak mengurus izin TDP.
C) - Program yang saling mendukung antara instansi dinas terkait dalam berupaya mengembangan usaha ekonomi kerakyatan sangat dibutuhkan. Seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Dinas Peternakan, dan demikian juga Dinas Kelautan dan Perikanan.
d) - Selain itu, jaringan bisnis juga harus digarap lebih serius. Pemkab harus membuka jaringan yang lebih luas, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, serta yang tidak kalah pentingnya adalah membuka pasar dan promosi seluas-luasnya.
e) - Peran media massa juga ikut menentukan dalam berupaya mendukung iklim investasi yang memadai, serta promosi bisnis yang sifatnya pemberdayaan.
d) - Pemateri Ketua Kadin Pamekasan juga menyarankan agar Pemkab Pamekasan perlu membentuk adanya sentra usaha mikro yang terintegrasi, serta kegiatan yang mendukung, semisal panggung hiburan, dan jenis kegiatan lain yang mendorong terciptanya iklim bisnis yang lebih maju.

Pemateri dari perwakilan tokoh muda Agus Sujarwadi
a). Pemateri Agus Sujarwadi menilai, program pemerintah dalam pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi mikro yang ada di Pamekasan sebenarnya sudah banyak. Seperti bantuan modal usaha untuk kelompok usaha kecil yang sifatnya hibah, program kredit usaha rakyat (KUR), serta beragam program lainnya.
b). Akan tetapi, dari beragam program yang dicanangkan pemerintah itu, masih banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga perlu dilakukan evaluasi demi untuk perbaikan di masa-masa yang akan datang. Agus menilai, banyak warga Pamekasan yang menerima bantuan justru pengusaha, bukan pekerja, sehingga ungkapan "Yang Kaya Makin Kaya Yang Miskin Makin Miskin", menurut pemateri ini seolah benar. Padahal tujuan program bantuan dalam pengembangan usaha itu adalah untuk memberdayakan rakyat kecil.
C). Selain banyak yang kurang tepat sasaran, pemateri Agus Sujarwadi juga mencatat, adanya kesenderungan program pemberdayaan masyarakat di Pamekasan secara khusus dan Indonesia pada umumnya yang tidak berkesinambungan. Pergantian rezim atau pemimpin, juga cenderung menjadi pergantian program. Sehingga jika pemimpin ganti, programnya juga cenderung ganti, kendatipun program tersebut dinilai baik dan sangat dibutuhkan masyarakat.
d). Kepala peserta dialog Agus Sujarwadi juga sempat menyarankan agar gerakan kelompok pemuda ke depan sebaiknya lebih diperioritaskan pada upaya pengembangan ekonomi, bukan kepada politik. Politik memang dibutuhkan, akan tetapi, kalangan generasi muda, kini nampaknya kurang tertarik untuk mengembangan usaha.
e). Program pemerintah yang mendorong peran aktif generasi muda untuk berusaha, kata Agus Sujarwadi, sebaiknya lebih diperioritas, karena sejauh ini, gerakan untuk mendorong peran aktif pemuda dalam bidang kewirausahaan nampak masih kurang, dan kalaupun ada, gerakan tersebut, tidak secara massif.
d). Agus juga menyetujui gagasan perlunya membentuk sentra ekonomi mikro terintegratif, yakni seperti di tempatnya di satu tempat khusus, sebagaimana gagasan Ketua Kadin Pamekasan.

Pemateri Suli Faris
Pemateri Suli Faris dalam dialog itu menyampaikan beberapa pemikiran penting terkait pengembangan ekonomi di Pamekasan.
a). Pengembangan ekonomo lokal harus dilihat dari banyak aspek (sosial, budaya, dan kebijakan lokal). Telaah dan kajian secara integratif sangat dibutuhkan, dan apabila tidak maka berpotensi tidak akan berjalan secara optimal.
b). Penyusunan konsep secara komprehensif adalah salah satu upaya untuk menarik investor mau menanamkan modalnya di Pamekasan. Rumus dasar pengembangan ekonomi, kata Suli Faris, tidak bisa dilakukan tanpa investasi. Investasi adalah kunci dari pengembangan ekonomi.
c) - Jika iklim investasi tidak menjajikan, maka keingin untuk menciptakan masyarakat maju dalam bidang ekonomi, maka tentunya akan jauh dari harapan.
d) -  Pamekasan Pemkab masih belum bisa memberikan ruang bagi terciptanya iklim investasi yang mendukung bagi pengembangan ekonomi. Penyebabnya, karena komunikasi kaku, dan cenderung tertutup. Adanya anggapan masyarakat Pamekasan tidak mau terhadap pembangunan hotel, dan hiburan, menjadi masalah tersendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya di Pamekasan.
e). Tokoh ulama dan tokoh agama, sebenarnya tidak menolak terhadap hotel, tapi yang belum final adalah rumusan tentang hotel yang diinginkan. Ia juga menilai, potensi yang ada di Pamekasan belum dikelola secara maksimal.
d) - Perlu penerapan sistem pemerintahan yang ia sebut dengan pemerintahan katalis, yakni sistem pemerintahan yang memberikan ruang seluas-seluasnya kepada masyarakat untuk mengembangakan ekonominya. Ia mencontohkan pemerintah Sleman di Yogyakarta. Pemkab mengontrak konsultan atau tenaga ahli yang betul-betul memiliki akses pasar, sehingga tidak ada yang hasil pertanian yang tidak terjual.
e) - Petani dengan penguasa di Pamekasan posisinya sangat jauh berbeda, petani cenderung diposisikan sebagai kelompok yang membutuhkan belas kasihan pengusaha, sedangkan pengusaha, adalah ibarat raja yang perlu difasilitas dan berhak menentukan asih petani. Suli mencontohkan seperti hubungan antara petani dan pengusaha temabkay. Seharusnya adalah kemitraan. (Contoh dengan Lombok). Disana, sebelum menanam tembakau, pengusaha dan petani melakukan negosiasi mengkaji untung ruginya, sehingga saat panin petani sudah mengetahui harganya.

TANYA JAWAB
Setelah menyampaikan pemaparan, pada sesi berikutnya pemandu acara Esa Arif (Sekretaris PWI Pamekasan) memberikan kesempatanya tanya jawab kepada peserta diskusi.

1). Ardi Raditia (Didit), mahasiswa Pamekasan yang sedang mengikuti program doktoral di Australia.
- Ardi menyampaikan, data base tentang Madura justru lebih banyak di luar. Di Belanda punya pusat studi Madurologi.
- Di Madura perlu ada pusat studi, sekarang menurutnya, masalah ekonomi bukan makro dan mikro, tapi digerakkan oleh "human culture".
- Ia menyarankan, agar pemkab perlu mengundang, intektual yang ada di luar negeri, untuk berbicara tentang Madura, bahkan pemuda asal Pamekasan yang kini menempuh program doktoral di luar negeri tersebut, menyarankan agar pemkab di Madura termasuk di Pamekasan bisa menarik kaun intelektual muda Madura kembali ke Madura.

2). Syaiful Bahri: Unira
- Masyarakat Pamekasan lebih tertarik mencari nafkah di negeri orang daripada menggali potensi ekonomi yang ada di Pamekasan. Pemerintah perlu memfasilitasi tersedianya lapangan kerja seluas-luasnya, sehingga warga tidak banyak yang mencari nafkah luar negeri.

Jawaban Suli Faris:
- Arah kebijakan Pamekasan belum jelas, dan belum terarah. Hal ini terjadi, karena kebiasaan lama masih tertanam, yakni biasa dilayani bukan melayani.

Jawaban Agus Kasianto
- Diakui atau tidak, Kabupaten Pamekasan tergolong kabupaten unik. Pemimpin di Pamekasan saat ini sulit untuk dihubungi oleh masyarakat, sehingga komunikasi dalam banyak hal cenderung tersumbat dan itu menjadi salah satu faktor mengapa Pamekasan terkesan kurang gairah dalam banyak, termasuk dalam bidang pengembangan ekonomi.

Jawaban Ketua Kadin Suhartono
- Kadin Pamekasan saat ini tengah berupaya gandeng investor untuk pasar rakyat modern, dan saat ini masih dalam taraf negosiasi. Ini membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk Pemkab Pamekasan.
- Di Pamekasan, ekonomi kreatif yang berkembang baru sebatas batik tulis, sedangkan lainnya belum. Pemkab memang harus menyediakan lahan sebagai sentra ekonomi kreatif di Pamekasan yang terpusat di salah satu tempat, serta terintegratif dengan berbagai jenis bisnis lainnya.
- Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan ke Pamekasan sebenarnya tidak sedikit (Batuampar), tapi kita tidak bisa menarik mereka untuk memanfaatkan ekonomi kreatif yang ada ini.
- Dalam kesempatan itu, Ketua Kadin Pamekasan juga memaparkan, bahwa pesanan gula merah ke Pamekasan banyak tapi tak tercukupi.
- Suhartono juga menyatakan setuju dengan gagasan pengembangan ekonomi melalui jalur budaya, serta tidak terlalu melibatkan kepentingan politik yang terlalu jauh, kendatipun sebenarnya menurut dia, antara ekonomi dan politik terkadang selalu bergandengan.
- Disisi lain, Kadin meminta agar peran Balitbang harus difungsikan, sehingga kebijakan politik pemerintahan berdasarkan landasan ilmiah, yakni berdasarkan penelitian, sehingga akan lebih terarah.

Penanya Pada Sessi Kedua:
1). Slamet Readi (Karangtaruna)
- Ekonomi mikro sangat prospek, (Langkah kongkrit Pamekasan dalam pengembangan ekonomi ini sebenarnya seperti apa?).

2). Very (Pyek)
- Potensi wisata Madura?

JAWABAN SESSI KEDUA
Jawaban Agus Sujarwadi
- Agunan masih menjadi kendala dalam pengembangan ekonomi mikro di Pamekasan oleh karenanya ia mengusulkan pemkab membentuk bank dan bank itu yang nantinya akan menjadi sandaran bagi kelompok usaha kecil untuk meminjam modal usaha.
- Staf Ahli di beberapa kabupaten yang maju, merupakan orang-orang yang benar ahli, bukan orang buangan, seperti di Pamekasan. Demikian juga dengan institusi Balitbangda.
- Hal buruk yang tidak perlu ditiru dan menurutnya ini fakta yang selama ini terjadi adalah pola pikir sebagian warga dan kepala desa, tidak ingin warganya dianggap maju, apabila terkait dengan bantuan. Misalnya soal bantuan raskin. Jika jatah bantuan berkurang, kades cenderung marah, padahal dengan berkurangnya bantuan itu berarti menunjukkan adanya kemajuan.

Jawaban Suhartono
- Bisnes yang berkembang saat ini kuliner.
- Pasar global sebenarnya merupakan keniscayaan di era pasar bebas seperti sekarang ini. Keberadaan ritel seperti pasar swalayan, semisal Indomark dan Alfa Mark merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun. Namun agar produk lokal bisa terjual di pasar-pasar swalayan itu, Kadin menyarankan agar pemkab bisa memanfaatkan jaringan pasar swalayan itu.
- Pamekasan memang belum memiliki bentuk ekonomi maju yang bisa dikembangkan. Misalnya penjualan sapi. Selama ini kan jual sapi, bukan daging. Padahal itu lebih mahal.
- Pamekasan bisa menjual seperti itu, sebagaiman daging dari luar negeri, tinggal kemauan.
- Industri olahraga, berpotensi mengembangkan industri ekonomi kreatif bagi masyarakat Pamekasan. Oleh karenannya stadion perlu segera dilestarikan. Selama ini Persepam main di Bangkalan, bukan di Pamekasan. "Makanya, ketika Persepam masuk dalam divisi utama, saya pernah bilang selamat datang industri di Madura," kata Suhartono.
- Kadin, inginkan agar pabrik rokok ada di Madura. Dulu alasannya penyeberangan. Saat itu kami dialog dengan kadin Jatim bersama pabrik rokok.
- Kenyamanan investor. Kasus pembakaran alat-alat pengeboran di Palengaan, Pamekasan.

Jawaban Suli Faris:
- Perkembangan Madura setelah Suramadu, sulit dikembangkan, karena terlalu kuat dikendalikan oleh pusat.
- Setelah Suramadu dibangun, kepentingan pusat terhadap Madura sangat luar biasa, sehingga pemerintah di Madura tidak bisa seenaknya.
- Investasi juga harus lewat BPWS, karena kewenangan BPWS mengelola perizinan terpadu. Jadi pemerintah pusat punya rencana besar di Suramadu.
- Dana yang dipakai merupakan pinjaman lunak di China Rp5 triliun lebih. Setelah Suramadu selesai masuknya Petrolium China melakukan survei seismic. Saat ini kekayaan alam Madura sudah terekan, dan tahapan berikutnya adalah eksplorasi gas.
- Madura saat ini sudah terpetak-petak dalam bentuk tata ruang dan itu dikonsep oleh pemerintah pusat. Pelaku usaha dan spekulan sudah menguasai tanah di Pasean dengan harga Rp10 ribu per meter.
- Pembangunan pabrik tebu itu, hanya untuk alasan. Di utara itu untuk lahan tebu harus ada air. Di utara kalau gebor 10 meter hingga 20 meter tidak ada air.
- Ada banyak perusahaan yang sudah mau masuk di Bangkalan, Manufaktur Yundai juga sudah masuk, bahkan telah membeli tanah di Bangkalan.
- Dalam kesempatan dialog itu, Suli juga mengungkapkan Pemkab Pamekasan kini mengajukan ajukan anggaran Rp5 miliar untuk pembangunan ITN. (PBB tolak pembangunan ITN).
- Bangun Pamekasan dengan rencana program yang realistis, dulu, bangkit bersama sejahtera berkualitas. Itu gambaran surga.
- Bupati yang beli, tak punya kewajiban untuk memperhatikan masyarakat. Setelah jadi bupati tidak akan memperhatikan masyarakat.

Usai dialog, Ketua PWI Pamekasan menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada Komunitas Kopi dan Kedai Baca Sebelas 12 dimana kegiatan dialog bertajuk "Menggairahkan Perekonomian Pamekasan" itu berlangsung. (Notulen Dialog).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »