PWI Kecam Kegiatan KWP Catut Semua Organisasi Wartawan

PWI PROPOSALPamekasan (Rilis) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, mengecam kegiatan yang digelar sekelompok orang yang mengatas namakan Kaukus Wartawan Pamekasan (KWP), karena dalam proposal permohonan dananya mencantumkan bahwa peserta kegiatan itu organisasi wartawan se-Kabupaten Pamekasan.

"Istilah organisasi wartawan se-Kabupaten Pamekasan ini menurut hemat kami, sama dengan mengklaim bahwa PWI masuk didalamnya dan demikian juga organisasi wartawan lain yang ada di Pamekasan ini," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Kamis (5/6/2014).

Penyebutan bahwa yang menjadi peserta dalam kegiatan itu semua organisasi wartawan, seolah semua organisasi wartawan bergabung dan ikut mengajukan proposal permohonan dana dalam kegiatan yang akan digelar oleh kelompok yang mengatas namakan diri Kaukus Wartawan Pamekasan itu.

Oleh karena itu, PWI berkepentingan untuk menjelaskan kepada publik di Pamekasan dan instansi pemerintah yang telah menerima proposal permohonan dana yang disampaikan oleh kelompok KWP itu, bahwa kegiatan itu tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan PWI.

"Kami tidak menghalang-halangi siapapun untuk menggelar kegiatan dan mengajukan proposal, karena itu hak semua orang. Tapi jangan lalu mengklaim bahwa peserta kegiatan itu adalah organisasi wartawan se-Kabupaten Pamekasan," kata Aziz.

Dalam proposal permohonan dana yang kini sudah menyebar luas di hampir semua instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan, termasuk di kantor-kantor kecamatan, dan di sebagian kepala desa itu tercantum bahwa kegiatan dengan tema "Kaukus Wartawan Pamekasan dalam Rangka Menjalin Silaturrahmi dan Temu Wartawan se Kabupaten Pamekasan” itu akan digelar pada tanggal 8 Juni 2014 di pantai Talang Siring, Desa Montok, Kecamatan Larangan.

Proposal yang mencantumkan tanggal pembuatan 29 Mei 2014 dengan rencana perkiraan anggaran sebesar Rp25 juta itu, mencantumkan nama Moh Turmudzi sebagai ketua dan Dedy Priyanto sebagai sekretaris. Dedy merupakan kontributor MNC Group (RCTI, Global TV dan MNC TV) yang juga anggota PWI Pamekasan.

"Tapi si Dedy sudah saya konfirmasi, ternyata namanya dicatut, tanpa persetujuan dari yang bersangkutan. Bahkan dia meminta kepada saya, agar disampaikan kepada orang-orang yang telah menerima proposal itu agar tidak diberi sumbangan. Karena nama dia sebenarnya dicatut, tanpa persetujuan dari yang bersangkutan secara langsung,” kata Aziz.

Tanda tangan Dedy juga dipalsu, sebab dalam proposal itu dibuat saat yang bersangkutan tidak berada di Pamekasan dan sedang mengantor rombongan pariwisata ke Yogyakarta.

"Saya mengetahui justru setelah saya dikonfirmasi oleh sebagian pejabat yang menerima proposal, dan saya tegaskan bahwa nama saya dicatut,” terang Dedy.

Ada 23 nama panitia yang tercantum dalam proposal permohonan dana kegiatan “Kaukus Wartawan Pamekasan dalam Rangka Menjalin Silaturrahmi dan Temu Wartawan se Kabupaten Pamekasan” itu. Akan tetapi, diantara nama-nama panitia yang dicantumkan dalam proposal itu tidak dijelaskan nama media tempat mereka bekerja.

Secara kelembagaan, PWI Pamekasan akan mengirim surat kepada forum pimpinan daerah di Kabupaten Pamekasan terkait proposal permohonan dana yang diklaim KWP merupakan kegiatan yang peserta semua organisasi wartawan se-Kabupaten Pamekasan.

“Isi surat itu nanti akan menjelaskan, bahwa kegiatan KWP bukan kegiatan organisasi wartawan yang ada di Pamekasan, dan PWI tidak terlibat di dalamnya,” kata Wakil Ketua PWI Pamekasan Lutfi Alwi. (*)

Pamekasan, 5 Juni 2014
Pengurus PWI Pamekasan

 

 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »